Tampilkan postingan dengan label Cinta. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cinta. Tampilkan semua postingan

Selasa, Oktober 07, 2008

diSAAT LIDAH KELU TERCEKAT

RUH, QALBU, PIKIRAN;

JIWA, TUBUH & OUTERS (semesta)

Enviroment ;

* Rg. Kerja AMASAYA, Warbun, tidak begitu dingin

* hening

* sendiri

Momment;

* Sholat dzuhur, Selasa, 15 Juli 2008, 02:30pm

Inspiring;

“disaat LIDAH KELU tercekat !”


Saat “upaya” diri menyerah total;

Mengalir dalam kondisi menon-aktifkan pikiran-hati-dorongan gerak tubuh, membiarkan Semua unsur phisik-pikiran-hati seakan lepas

Dalam keaadaan tanpa usaha dan kehendak

Daya-daya yang berada didalam dan luar diri diterima

Tanpa upaya untuk mengatur-mengendalikan, biarkan bertingkah natural!

Hiruk pikuk datang dan pergi.

Hanya satu keinginan yang masih tersisa………keinginan ‘tuk pasrah lahir-batin,

Demi merasakan kehadiranNYA, menerima petunjuk dan gerak kehendakNYA

Berserah diri total hanya kepada Allah SWT.


Seketika rasa itu hadir,

Rasa diri yang tiada daya dan upaya, rendaaaah………

Rasa diri yang menerima apapun dariMU, tanpa syarat,

Rasa diri yang penuh pengakuan mutlak atas Kemaha Besar-an, Kemaha Mulia-an, Kemaha Kuasa-an, ALLAH AZZA WAJALLA.

Rasa ada aliran yang begitu perkasa merambat sekujur tubuh

Rasa lidah dzahir kelu, tenggorokan tercekat! Tak mampu bersuara dan mengucap Dengan dzahir! Walau sanubari melafazkan ayatMU Serta kalimat-kalimat yang DzikiruLLAH ditingkah suara dzahir yang parau tak beraturan,

Nyaris tanpa konsonan huruf dan kata! Dipenghujung saat tubuh dan jiwa ini tunduk Patuh tak Berdaya diharibaanMU, wahai Allah, wahai CINTA!

Tiba-tiba hamba tersadar!

Karena lidah yang kelu tercekat ! Suara meracau dileher meregang,

Wujud dzahir yang tak selaras dengan lafaz yang sedang berbisik pada jiwa

Jauh dikedalaman sanubari.

Ternyata, faham itu baru sebatas rasa dan asa, dialam fikir dan hati

Yang belum fakir, Jauh dari sadar tentang laras geraknya dzahir dan gerak batin

‘Tuk mewujud perilaku jiwa serta tubuh nan arif-santun!

Aztaghfirullah al-Aziim…….! Ampuniiiii hambaMu ini yaa Allah!

Ya Allah, berilah selalu hambaMU ini bimbingan, petunjuk serta kekuatan

Untuk mengamalkan faham menjadi wujud perilaku diri

Untuk berbuat dengan berkesadaran Insan ikhsan yang taqwa serta istiqomah

Hanya kepadaMU wahai Allah!

Karena Inilah sesungguhnya anugerahMU, “Harmony” kehidupan yang kudamba,

Wahai Allah Tuhanku, Pemilikku serta semesta alam yang Maha Agung!

Lalu,

Kubenamkan dalam-dalam tubuh dan jiwa ini dalam sujud-sujudku

Sujud yang yang ter-usik oleh tangis diri yang kotor berlumur dosa, lalai dan khilaf!

Tangisan bersuara parau,,,,,,,,,…..tanpa konsonan kata dan nada

Hanya Suara sedu-sedan, terisak dalam galaunya diri yang gundah

Akankah penerimaanMU atas jerit-ampunan dan ketakutan diri?

Wahai Allah, sang Maha Pencinta, Maha Bijaksana,

Yang Maha Penerima Taubat setiap makhlukNYA!.

Entah masih berapa panjang jalan ini harus kulalui, dengan kaki yang terantuk-antuk,

Entah berapa banyak waktu yang telah tersia-sia, manusia-manusia yang terluka.

Hanya sedikit yang hamba mulai “ketahui”, Alhamdulillaahi Rabbil ‘aalamiin!

Engkau sungguh tiada pernah meninggalku.

Hanya hambamu ini yang masih kerap kurang sadari

Bahwa PelukMu senantiasa erat dan penuh kehangatan tak terlukiskan

Dalam energy CINTAMU yang abadi.


Astaghfirullah al-azhim lil wali waali dayya
wali as-haabil huquuqil waa jibaati ‘alay-ya

wa lima syaa-i-khinaa wali ikh-waaninaa

wali jami’-il muslimiina wal muslimaat
wal mu’miniina wal mu’miaat
al-ahyaa-i minhum wal amwaat
wa atuubu ilaih.
(3 ~ 7x)

Artinya;

Aku memohon kepada Allah yang Maha Agung atas segala dosa-dosaku, dan atas dosa kedua orangtuaku, dan atas dosa orang-orang yang memiliki hak kepadaku, dan atas dosa guru-guruku, dan atas dosa orang-orang yang berbuat baik kepadaku, dan atas dosa muslimin dan muslimat dan mukminin dan mukminat; baik yang masih hidup maupun yang sudah meninggal, dan aku bertaubat kepada Allah.


Rabu, Agustus 27, 2008

Senin, 2008 April 07

Always Tune with the holly of GOD, by PATIENTLY, GRATEFULL, ACCEPTANCE and TOTAL SURRENDER in Life
ahhh...hidup ini indah......!Penuhilah kehidupan anda dengan cinta dalam setiap gerak /denyut kehidupan dengan kerendah-hatian terhadap makhluk serta kerendah-dirian dihadapan Tuhan yang maha Esa serta maha Agung. Biarkan sifat-sifatNYA hadir dan mengalir melalui setiap bagian diri anda yang rendah hati, dan berkasih sayang.
Itulah adi daya sejati!
Tebarkan disemesta! Jadilah pemimpin yang senatiasa memberi dan melindungi.
Semoga kita semua bertaut dalam bingkai cintaNYA yang hakiki dan berdimensi keabadian.Amin!

Diposting oleh dhendranu di 06:03

Kebaikan tidak setara dengan KEBAJIKAN.

Sahabatku, Salam dalam cinta!

Dorongan untuk berbuat dalam setiap denyut dan dimensi kehidupan secara universal adalah melakukan sesuatu, apapun itu, demi meraih yang lebih baik dari kondisi sekarang atau sebelumnya. Nilai kebaikan memang universal secara idealistik. Tapiii.....dalam realitasnya very....very...subyektif!

Kenapa why?
Ya karena sangat tergantung motif yang melatar belakangi pelakunya, sipemberi nilai-nilai tsb. Yang sering banget terjadi sih, penuh pembenaran, bukan bermaksud me-generalisir lho Boss!, memang ada yang real kebenaran, tapi secara prosentasi saya berani bilang disekitar kita saat ini nih (Indonesia pada umumnya) lebih banyak pembenarannya deh! karena ya itu tadi, penuh vested pribadi. Jadiiii.....kebaikan lebih diwarnai ke-akuan. mangkanye subyektif juga nilainya pan?
Motivasi penggeraknya adalah diri, aku, ego.......biang keladinya hawa nafsu.
Supaya tidak terlanjur salah pahe..eh..paham, memang yang namanya kebaikan pasti berwujud meraih, membangun, merawat, dan membawa manfo'ath bagi diri dan sekitar. Umumnya sesuatu yang populerlah! secara common sence (Ceileee...). Jadi harus diberi apresiasi yang bagus pula' lah!
Coba saya ringkes nih ya,

Kebaikan
adalah merasa, berfikir, berniat, lalu bertindak melakukan hal-hal yang bernilai baik, populer, universal, dengan cara yang juga baik secara normatif dengan tujuan meraih sesuatu yang meningkatkan penampilan, pengakuan, menyenangkan secara fisik dan mental bagi diri, keluarga, komunitas (kerja, sosial, religi, hobby dll. ujung-ujungnya demi bangsanya) semata-mata untuk pencitraan diri dan kenyamanan, "kebahagiaan" diri. Walaupun "katanya"("rasanya"?) sudah melibatkan aspek spiritual, tapi hanya sebatas kendaran /alat saja. Sulit mendapatkan kedalaman hakikat, hanya kulit /dimensi materi/syariat.

Hadiahnya? Fana, tanpa disadari menjadi budak hawa nafsu! syerryemnya nih...hamba syoiton /Iblis dalam level tertentu. Ihhh...SyerrreeeeM!

Nah....Kebajikan,
Merasa, berniat (setting Dream & Goal), berfikir, setting target, Plan-do-check-action kebaikan semata-mata hanya mengharap akan restu, perkenan, disayang,Ridho' dari Allah SWT dengan menyerahkan seluruh aspek diri pada segala kehendaknya (Tottal surrender) dalam ikhtiar yang berkesabaran, beryukur senantiasa, Ikhlas pada ketentuanNYA.
Hadiahnya ? kecerdasan fisik-fikiran-emosional-spiritual berwujud harmony denyut kehidupan serta kebahagiaan yang hakiki berbonus unlimitted condition!

Kesimpulannya;
Kebaikan = Berbuat karena dan untuk diri, hawa nafsu.
Kebajikan= Berbuat semata demi harap senyuman dari Allah Yang Maha Agung, RidhoNYA!

begitu deh kira-kira sahabatku, mohon maaf yang setulus-tulusnya karena pasti saya jauh dari sempurna, maaf lahir bathin jelang bulan suci Ramadhan, semoga kita bisa lebih meniti hidup ini dalan kebajikan dan dihindarkan dari kesia-siaan fenomena kefanaan, Amin yaa Allah Tuhan kami yang Maha segalanya.